Rabu, 19 Maret 2014

Huru-Hara Villa ‘Putri Indah Isykarima’

Selasa, 18 Maret 2014

Dini hari pukul 03.00 asrama sudah mulai rame. Sebagian kecil sholat tahajjud, sebagian besar mempersiapkan diri untuk hijrah. Hehe J
 Hijrah? Kemana? Hijrah kemana saja yang penting disitu ada satu-satunya unsur penting yang tidak ada di asrama. AIR. Ya,, air. Pasalnya, sejak senin malam di asrama tidak ada air. Baik air untuk MCK maupun air minum. Jadi ingat masa-masa tahun pertama di isykarima,,,
Dulu, ketika asrama putri masih di pakel juga sempat kehabisan air. Bukan Cuma satu hari, bahkan hampir 2 minggu. Setiap malam harus ambil air ke rumah ust. Mustaqim (sekarang jadi gedung STIQ) dibantu ustadzah faridah untuk persiapan MCK malam dan bangun tidur. Sedangkan untuk mandi, santriwati harus mengungsi ke masjid atau ke klinik. Ada salah seorang teman yang mau mandi ke kamar mandi masjid. Karena merasa pekewuh, dia minta izin ke pak satpam, ”pak, kalau mau numpang mandi di masjid boleh gak?” dengan cengengesan pak satpam menjawab, “waduh mbak.. kalau mandi di masjid, nanti dimarahi banyak orang,, J” :@ :@
Begitu juga dengan air minum. karena di asrama belum ada filter untuk isi ulang air minum, ada petugas yang mengantarkan air minum dari dapur putra ke asrama. Kebetulan waktu itu, persediaan air minum sudah habis satu hari sebelumnya dan belum ada yang mengantar galon dari dapur. Karena sudah malam dan kerongkongan rasanya seperti tanah di musim kemarau, akhirnya kami memberanikan diri untuk meminta air minum ke tetangga. Entah karena mendengar kita mengeluh kehabisan air (waktu itu asrama berada di dekat jalan), tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu gerbang, “mbak, di asrama gak ada air minum ya? ini ada air minum sedikit” kira-kira begitulah kalimatnya. Saking senangnya, spontan ada yang memuji orang itu “Ya Allah,, baik banget” J
Pagi ini saya dan teman-teman bersiap-siap untuk hijrah ke tempat yang sama ketika dulu kami juga kehabisan air. kalau dulu ke rumah ustadz mustaqim, sekarang ke gedung STIQ. Ada juga yang ambil air dari depan rumah ustadz badru dengan ember. Bertemu dengan orang yang sama ketika teman saya mau mandi di kamar mandi masjid, saya tersenyum dan hanya meminta beliau untuk membukakan pintu gerbang STIQ tanpa memberi tahu alasan kami kesana (takut dapat jawaban yang sama seperti teman saya). J  “mungkin dikira mau kuliah pagi” gumam saya kepada teman-teman. Setelah selesai, ada beberapa santriwati yang masih di sana menunggu sholat subuh sekalian persiapan setoran.
Suasana setoran juga ikut berubah. Tidak seperti biasanya, setoran dimulai pukul 06.00 dan ditutup pukul 07.00. kali ini di tengah-tengah halaqoh, ada yang izin untuk mandi. Mungkin untuk kali ini, tak apa lah,, setidaknya mereka bisa kuliah dengan tenang. Hehe

                 
                                                                                                                                         *bintuqaryah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar