Selasa, 18 Maret 2014
Dini hari pukul 03.00 asrama
sudah mulai rame. Sebagian kecil sholat tahajjud, sebagian besar mempersiapkan
diri untuk hijrah. Hehe J
Hijrah? Kemana? Hijrah kemana saja yang penting disitu ada satu-satunya
unsur penting yang tidak ada di asrama. AIR. Ya,, air. Pasalnya, sejak senin malam di
asrama tidak ada air. Baik air untuk MCK maupun air minum. Jadi ingat masa-masa
tahun pertama di isykarima,,,
Dulu,
ketika asrama putri masih di pakel juga sempat kehabisan air. Bukan Cuma satu
hari, bahkan hampir 2 minggu. Setiap malam harus ambil air ke rumah ust. Mustaqim
(sekarang jadi gedung STIQ) dibantu ustadzah faridah untuk persiapan MCK malam
dan bangun tidur. Sedangkan untuk mandi, santriwati harus mengungsi ke masjid
atau ke klinik. Ada salah seorang teman yang mau mandi ke kamar mandi masjid. Karena
merasa pekewuh, dia minta izin ke pak satpam, ”pak, kalau mau numpang mandi di
masjid boleh gak?” dengan cengengesan pak satpam menjawab, “waduh mbak.. kalau
mandi di masjid, nanti dimarahi banyak orang,, J” :@ :@
Begitu
juga dengan air minum. karena di asrama belum ada filter untuk isi ulang air
minum, ada petugas yang mengantarkan air minum dari dapur putra ke asrama. Kebetulan
waktu itu, persediaan air minum sudah habis satu hari sebelumnya dan belum ada
yang mengantar galon dari dapur. Karena sudah malam dan kerongkongan rasanya
seperti tanah di musim kemarau, akhirnya kami memberanikan diri untuk meminta
air minum ke tetangga. Entah karena mendengar kita mengeluh kehabisan air
(waktu itu asrama berada di dekat jalan), tiba-tiba ada seseorang mengetuk
pintu gerbang, “mbak, di asrama gak ada air minum ya? ini ada air minum sedikit”
kira-kira begitulah kalimatnya. Saking senangnya, spontan ada yang memuji orang
itu “Ya Allah,, baik banget” J
Pagi ini saya dan teman-teman bersiap-siap
untuk hijrah ke tempat yang sama ketika dulu kami juga kehabisan air. kalau
dulu ke rumah ustadz mustaqim, sekarang ke gedung STIQ. Ada juga yang ambil air
dari depan rumah ustadz badru dengan ember. Bertemu dengan orang yang sama
ketika teman saya mau mandi di kamar mandi masjid, saya tersenyum dan hanya
meminta beliau untuk membukakan pintu gerbang STIQ tanpa memberi tahu alasan kami
kesana (takut dapat jawaban yang sama seperti teman saya). J
“mungkin dikira mau kuliah pagi” gumam
saya kepada teman-teman. Setelah selesai, ada beberapa santriwati yang masih di
sana menunggu sholat subuh sekalian persiapan setoran.
Suasana setoran juga ikut
berubah. Tidak seperti biasanya, setoran dimulai pukul 06.00 dan ditutup pukul
07.00. kali ini di tengah-tengah halaqoh, ada yang izin untuk mandi. Mungkin untuk
kali ini, tak apa lah,, setidaknya mereka bisa kuliah dengan tenang. Hehe

